Kamis, 12 Februari 2015

Jika engkau inginkan kicau burung sepanjang hari, tautkanlah ranting segar di dasar hati.

bat-pada satu ketika


~ Kicau (sebagian besar) burung dianggap oleh mayoritas manusia merupakan suara yang merdu, indah, menyenangkan sekaligus menenangkan.

~ Ada yang demi mendapatkan suara kicauan, lantas membeli, melatih dan mengurung burung tersebut di dalam sangkar.

~ Bahkan ada juga yang merekam kicauan burung lantas diperjualbelikan.

~ Banyak festival dan lomba kicau burung di seantero dunia

~ Pun ada lomba bersiul menirukan suara burung.

~ Filosofi dari tulisanku di atas, tidak semata-mata menekankan pada persoalan kicauan burung belaka; lebih kepada ketenangan dan ketentraman. Jika ketenangan dan ketentraman yang kita idamkan, kita memang semestikan mengkondisikannya melalui hati kita masing-masing.

~ Banyak hal yang bisa dibeli dengan uang, entah itu suara yang merdu, sesuatu yang indah, kesenangan, ketenangan bahkan kepuasan; tapi itu biasanya tidak berdurasi panjang, tidak sekekal jika kita mengondisikan, menciptakan dan mengusahakan sendiri, dengan ketulusan.

~ beberapa filosofi yang kujadikan status, pada garis besarnya sudah pernah kutuliskan sebelumnya; atau dipetik dari ucapan saya pada satu ketika dahulu; ditampilkan kembali semata-mata untuk sekadar agar tidak tercecer, terlupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar