bat-060115
~ Pepatah asalnya berbunyi, 'Buruk Muka Cermin Dibelah'; menunjukkan
betapa kita hanya bisa menyalahkan cermin (baca: pihak lain) atas apa
yang sesungguhnya nyata terjadi pada kita. Mari kita rekonstruksi
pepatah tersebut menjadi 'Cermin Buruk Muka Terbelah', untuk menunjukkan
bahwasanya jika di negeri ini tak ada lagi 'orangtua' yang pantas
dijadikan panutan, maka tidak mustahil jika kita akan menghadapi satu
dua generasi yang hilang.
~ Cermin, meski sesungguhnya ia senantiasa memantulkan apa pun yang ada dihadapannya, tapi ia pun selalu memberikan bayangan yang serba terbalik. Jika kita kerap diminta untuk bercermin sebelum melakukan sesuatu, maka setelahnya, lakukan pula secara terbalik.
~ #AnakMudaKuduBisa, menjadi generasi penerus itu perkara mudah; yang benar bagi kita adalah menjadi generasi pembaharu, yang sanggup memperbaiki, yang mampu menyelamatkan apa yang sudah terlanjur rusak, apa yang selama ini sudah terbiasa diperlakukan salah.
~ Cermin, meski sesungguhnya ia senantiasa memantulkan apa pun yang ada dihadapannya, tapi ia pun selalu memberikan bayangan yang serba terbalik. Jika kita kerap diminta untuk bercermin sebelum melakukan sesuatu, maka setelahnya, lakukan pula secara terbalik.
~ #AnakMudaKuduBisa, menjadi generasi penerus itu perkara mudah; yang benar bagi kita adalah menjadi generasi pembaharu, yang sanggup memperbaiki, yang mampu menyelamatkan apa yang sudah terlanjur rusak, apa yang selama ini sudah terbiasa diperlakukan salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar